Aku bangun lebih awal pada hari ini, karena, hari ini aku mendapatkan pekerjaan shift awal. Yaa, meskipun rasanya masih malas tapi mau bagaimana lagi?. Aku hanya pegawai kantoran yang biasa biasa saja, dengan gaji yang lumayan untuk menghidupi sehari hari. selama ini, aku hanya menabung untuk membeli sebuah rumah, meskipun tidak besar tidak apa apa, yang penting dapat membeli rumah dan tidak lagi mengontrak.
Beberapa saat kemudian, setelah aku bersiap siap dan berangkat ke tempat kerja. Aku berangkat menuju ketempat kerja hanya dengan sebuah motor matic yang dipampang di toko online. Sesampainya aku kesana, aku disambut dengan beberapa teman sengkatan kerjaku, yaitu, Rafly, dan Handi. Kami berjalan bersama setelah memarkirkan motor masing masing. Aku selalu mengatakan ini kepada mereka "Bro, kalo ada rumah yang murah, biarin gak terlalu bagus juga, kasih info ke gue ya". Dan, dengan biasa, mereka selalu mengatakan dengan nada sedikit tertawa "Iye, iye, gue juga ngerti lu pengen punya rumah, ntar kalo gw nemu rumah bagus, murah, gw kasih tau". Setelah masuk kantor dan aku mulai mengerjakan tugas tugas dan pekerjaan yang harus ddilakukan. Pada awalnya, aku tidak berpikir untuk membeli rumah, tapi, setelah dipikir pikir panjang, ada bagusnya jika punya rumah sendiri. Dari awal mimpi dan imajinasi, timbulah rasa ingin mewujudkan semua itu. Setelah jam makan siang dan istirahat, aku keluar untuk membeli makanan. Karena aku ingin menghemat pengeluaran dan untuk menabung demi rumah. Jadi, aku hanya membeli makanan yang murah meriah di warteg terdekat. Setelah aku selesai memakan makanan yang aku pesan, aku segera kembali ke kantior, dan mulai mengerjakan semuanya lagi. Dan setelah semua selesai, teman kerjaku mengajak untuk bermain sebelum kembali kerumah masing masing. Aku tidak menolak ajakan mereka, dan ikut saja, perjalanan nya mungkin saja memakan waktu yang agak lama, tetapi, ini untuk menghilangkan jenuh dan rasa lelah akan bekerja. Setelah 30 menit perjalanan menggunakan motor, oh ternyata, kami sampai di tempat yang tidak terlalu asing, Caffe serba murah nan meriah dan enak untuk di konsumsi. Kami berbincang bincang dan tertawa bersama. Setelah itu, aki tidak menyangka Handi mengatakan kalimat yang membuatku sangat bahagia, dia mengatakan "Bro, gue udah tanya tanya sama temen gue, di daerah temen gue, ada yang mau jual rumah, rumahnya lumayan gede, luas, pengen nya 80 juta, kalo lu mau liat rumah nya, bisa gue anter besok ato kapan kapan". aku sangat bahagia. Kesokan harinya pun, setelah aku bekerja, aku mulai mencari Handi, kami menyetujui akan keberangkatan kami sekarang, dan kami mulai berangkat. Perjalanan nya terasa sangat menyenangkan karena aku sudah menunggu untuk apa yang ingin aku lihat. Sesampainya disana, aku melihat rumah yang lumayan besar. keadaan nya pun tidak begitu buruk. Aku bertanya pada Handi "Han, itu bukan rumah yang lo maksud?" sambil mengira ngira kegirangan. Dia menjawab "Ho'oh, gede juga kan, kemaren waktu gue chat di FB, emang rumahnya ntu". Dalam hatiku, aku merasa sangat kegirangan, setelah lama kemudian, aku dan Handi mulai berjalan menelusuri jalan untuk mencapai kerumah tersebut, ya pastinya, aku memarkirkan motor terlebih dahulu. Saat di depan rumah tersebut, kami disambut oleh seorang keluarga yang terlihat sangat bahagia, seorang ibu yang baik, ayah yang baik, dua anak yang masih terlihat berkembang. kami berbincang bincang tentang rumah yang akan dijual ini. karena aku hanya mempunyai budget 100 Juta, dan rumah ini dijual seharga 80 Juta, aku berpikir, bahwa tidak usah menawar lagi harga rumah ini. Aku yakin, mereka sudah berbaik hati untuk mau menjual rumah sebagus ini dalam harga yang murah. Setelah aku menyetujui harga, aku berjabat tangan dengan mereka, mereka bilang akan mengemasi barang setelah aku pulang dan menyiapkan surat jual rumah. Aku kembali dengan Handi dengan rasa bangga dan bahagia, sekian lama aku menunggu untuk mendapatkan hasil ini, ternyata tidak sia sia aku bekerja dengan keras. Sampailah aku dirumah pada sore hari, aku langsung mengurusi kepindahanku dengan ibu kontrakan, selanjutnya mengemasi barang dan bersiap siap untuk kepindahanku besok sore. Keesokan harinya setelah selesai bekerja, aku mulai mengambil barang barangku dan mulai pindah ke rumah baruku, Perjalanan selama 25 Menit dari sini pun terasa sangat sebentar karena kebahagiaan ini. Sesampainya di rumah baruku,seorang kakek tua memberikan surat rumah ini kepadaku, aku tidak tau itu siapa, tapi, sudahalah, yang penting sudah mendapat apa yang aku mau. Lalu aku mulai melihat lihat sekitar dan melihat ruangan ruangan yang ada di rumah ini, tetapi heran nya, kenapa keluarga yang kemarin tidak menganggkut barang barang besar seperti ini, kasur, sofa super empuk ini, dan TV 40 Inch ini, komputer di ruangan, aku merasa heran. Tetapi, mungkin ini adalah rezeki yang aku dapatkan karena kerja keras dan bersabar. Karena malam sudah tiba, dan aku lelah, aku menyalakan lampu di seluruh ruangan, dan mulai mengisi bak Jacuzzi yang mewah dengan air hangat. Aku mulai merasa nyaman dengan rumah ini, saat aku akan masuk kedalam bak, entah kenapa, serasa ada yang mengintip dibelakangku, dibelakangku ada jendela, aku melihat keluar jendela, tapi... Tidak ada siapa siapa, aku hiraukan saja untuk itu. Selesai berendam dan mandi, aku berjalan jalan, mungkin, karena pertama kalinya aku mengisi rumah ini, aku serasa tersasar, dan... Aku menemukan sebuah pintu kusam, sudah jelek dan terkunci rapat seta diberi rantai dan gembok. Aku mulai heran, sebenarnya, ada apa dengan rumah ini. Saat aku hendak berganti baju dan entah kenapa, saat aku berjalan di lorong tadi, seperti ada tawaan kecil dan seseorang yang menangis. Aku mulai berpikir bahwa rumah ini ada sesuatu yang tidak beres. Saat aku menyimpan bajuku yang tadi, dan mengganti dengan baju yang baru, setelah aku berganti, saat aku melihat ke bawah, tiba tiba, hilang... Baju yang aku kenakan tadi siang dan sesudah mandi, hilang, entah kemana, aku mencoba mencari cari baju tersebut, tapi tetap saja, tidak aku temukan. Aku tidak memikirkan hal itu, dan aku bergegas untuk tidur.Saat aku tertidur, karena aku tidak kuat menahan ingin buang air kecil, terpaksa, aku harus pergi ke wc. saat berjalan melalui lorong, aku melihat asap putih, aku pikir aku lupa menutup jendela, tapi ternyata tidak. aku berjalan, dan berjalan, sampai ke wc dan buang air kecil, saat aku membanjur dan mencuci muka, aku melihat seseorang dengan LUKA BAKAR DI WAJAH NYA. Aku kaget setengah mati, dan mulai kembali ke kamar, aku bingung, apa itu tadi? apa hanya halusinasiku saja? atau memang benar ada sesuatu yang aneh dengan rumah ini? aku berlari dari lorong menuju kamarku, dan, saat aku berlari menuju kamarku, dan melihat kamar yang aneh itu, serasa, ada seseorang yang MEMINTA TOLONG, MENJERIT, BERTERIAK, DAN... BAU DARAH DAN BAU SESUATU YANG TELAH DIBAKAR. Saat dilorong itu pun aku, merasa ketakutan, tapi entah kenapa, smakin aku berlari, semakin aku lelah dan seperti lorong ini semakin panjang, dan tiada hentinya. Aku berhenti sejenak, dan aku melihat ke kiri ku. SAYANGNYA, AKU BERLARI TANPA MEMBUAT KEMAJUAN, MASIH TETAP DI TEMPAT YANG TADI. DIMANA... RUANGAN ANEH ITU ADA. Aku tidak tau apa yang harus dilakukan lagi, tiba tiba, aku melihat SEORANG LAKI LAKI MEMBAWA OBOR YANG MEMBARA BERLARI KE ARAHKU. Aku spontan dan refleks berlari, entah kenapa, kali ini aku bisa berlari dengan normal dan serasa tidak berlari di tempat yang sama, aku berlari secepat dan sebisa mungkin, aku berlari dan menuju ruang tamu. Aku mulai bersembunyi dan berpikir sejenak. Kenapa ada seseorang yang mengejarku malam malam sedangkan hanya aku yang mempunyai kunci rumah. Setelah berpikir pendek, aku beranggapan. Rumah ini ada yang tidak beres, dan kuingat ingat lagi ternyata, muka LAKI LAKI TADI, PENUH DENGAN LUKA SAYAT DAN BAKAR. Aku mulai teringat, kenapa tadi ada BAU BAKAR DAN BAU DARAH. Dibelakangku, sarasa ada yang meniup dan tertawa kecil Bulu kuduk ku merinding, dan mencoba menoleh ke arah belakang. Dan... SEORANG ANAK LAKI LAKI DENGAN PENUH LUKA BAKAR TERSENYUM LEBAR, MATANYA YANG MENGGANTUNG SATU, BIBIR NYA YANG SOBEK, SERTA MENGELUARKAN DARAH. Aku berteriak karena kaget, dan berlari tanpa arah. Saat aku mencoba arah memutar dan memasuki ruangan dapur. aku disambut oleh si IBU, IBU YANG MEMBAWA PISAU DAN MUKA NYA YANG SUDAH DI PENUHI OLEH BELATUNG DAN BAU BUSUK DAGING DAN DARAH. DIA MENGEJARKU SAMBIL MENGAYUNKAN PISAU UNTUK MENCINCANG DAGING. Aku ketakutan dan tidak bisa berpikir apa apa lagi, sehingga aku hanya bisa berlari, dan berlari. Saat aku mencoba keluar dari rumah, ada seorang anak yang berusia kira kira 5 tahun dan kelihatan normal, karena aku tidak merasa heran, aku memegang tangannya dan mencoba membawanya, dan ketika aku mencoba membuka pintu, aku lupa akan dua hal, Pertama, kunci rumah ini ada di kamarku, yang kedua, tidak mungkin ada orang lain disini selain aku, aku mendengar suara tangisan, dan setalah aku melihat kebelakang, anak yang tadi terlihat sangat normal. BERUBAH MENJADI ANAK DENGAN KEPALA YANG HAMPIR PUTUS DARI LEHERNYA DAN TANGAN NYA YANG PENUH DENGAN LUKA. Aku segera melepas tangan nya dan berlari lagi, tanpa berpikir panjang, entah kenapa seperti ada yang memberi tau bahwa aku harus datang ke kamar yang terkunci itu. Bergegaslah aku untuk pergi ke tempat itu, tapi hal pertama yang aku lakukan adalah mencari kapak atau palu yang besar untuk menghancurakan pintu itu, aku menemukan sebuah palu yang lumayan besar di dekat ruang tamu tadi. Aku berlari ke tempat tadi. SI AYAH SUDAH MENUNGGUKU DENGAN OBOR DAN GOLOK DITANGAN NYA YANG PENUH DARAH, BAU BUSUK RASANYA AKU INGIN MUNTAH, SERASA BERBEDA DENGAN YANG TADI AKU LEWATI. Aku tidak peduli, yang jelas, aku harus menghancurkan pintu itu terlebih dahulu, aku tidak menghiraukan si AYAH, dan langsung menghancurkan pintu itu, si AYAH MENCOBA UNTUK MEMBUNUHKU, DENGAN GOLOK DAN OBOR YANG MENYALANYA. Aku melawan balik dan si ayah terpental. Pintu pun telah rusak dan aku mulai masuk kedalam nya.. Ternyata, ini adalah, ruangan bawah tanah, aku menelusuri kebawah. Ada tombol untuk menyalakan lampu, aku menyalakan lampu. Aku terkejut karena, disini, banyak hal hal aneh yang baru aku lihat, dari mulai, tulisan "SELAMATKAN KAMI!", "KAMI TIDAK INGIN MATI", "TERKUTUKLAH KAMU! AYAH!". Aku shock dan sangat bergetar karena menemukan tulisan seperti ini yang TERTULIS OLEH DARAH, aku menelusuri dan mencari petunjuk yang dapat aku temukan, ada kardus besar dan terasa bau sangat busuk, aku membukanya... TULANG BELULANG DALAM KARDUS. di dalamnya ada buku, saat itu aku baca tanpa berpikir panjang, dan tulisan dalam buku itu adalah "Maafkan aku istriku, anak ku, ayah terpaksa melakukan ini karena ayah tidak ingin kehilangan kalian, ayah sangat sayang kepada kalian, tetapi, ayah tidak mungkin bisa membahagiakan kalian lagi, ayah telah dipecat dari kerja, bisnis ayahpun bangkrut, sekali lagi, maafkan ayah, ayah akan melakukan seperti apa yang ayah lakukan kepada kalian, ya.. Ayah akan ikut bertemu dengan kalian, di alam sana, jadi, sekali lagi, maafkan lagi ayah. Untuk: Anakku, dan Istriku yang sangat ayah cintai". Dan, setelah aku membacanya, aku dengan berani keluar dari ruangan tersebut, dan. Pagi telah datang.
Blog Ping Tool
0 comments: