Pak Kusir, Bisa Anter Saya?

Cerita ini, saya dengar dari Ibu saya, jika tidak salah, saya masih berumur 9 tahun, karena sudah biasa di ceritakan dongeng, waktu itu, saya bosan mendengar cerita tentang kancil, kurcaci dan lain lain, dan malah meminta Ibu saya menceritakan cerita horror yang nyata, dan, Ibu saya terdiam sebentar, lalu memberikan cerita yang pernah terjadi di kota saya, baiklah, kita mulai.


Pada pagi hari, seorang bapak bapak, yang berprofesi sebagai Angkutan Delman, sedang bekerja. Karena dahulu, angkutan umum belum ada, dan jalanpun masih sangat jelek. Saya tidak tahu tahun berapa, karena Ibu saya yang menceritakan, dan kejadian ini terjadi saat beliau masih duduk di bangku SMP. Si Bapak Delman itu, sangatlah giat bekerja, untuk memenuhi keseharian nya, dan sangatlah baik pada orang lain, dan, dari info yang saya dengar dari Ibu saya. Bahwa si Bapak memiliki satu istri, mereka hidup bahagia. Dengan bermodal kuda dan angkutan di belakangnya, dia berusaha sekeras mungkin. Saat itu, jika tidak salah malam Jum'at, atau hari Rabu, saya kurang ingat, si Bapak bekerja keras tetapi tidak mendapatkan banyak penghasilan, si Bapak agak kecewa, tetapi, ia tidak merasa menyesal, marah, ataupun mengeluarkan emosi negatif lain nya. Saat itu, pada malam hari, si Bapak akan kembali kerumah untuk mengakhiri tugas mencari nafkah nya, dan berisitrahat. Karena dahulu belum ada lampu, dan masih menggunakan obor, si Bapak melewati jalan pintas agar cepat sampai, dan. Ada seorang wanita meminta antar pulang, si Bapak bahagia, dan mengantarkan pelanggan nya menggunakan delman nya. Dengan hati yang senang, si Bapak mulai menanyakan beberapa pertanyaan. Jika tidak salah, seperti ini. "Neng, abis dari mana? Malem malem gini, emang gak takut apa?", si wanita menjawab "Ah engga kang, tadi cuma abis nganter temen pulang kerumahnya aja.", "Ohh, pantesan, eh Neng, mau kemana? Rumahnya dimana?", "Bentar lagi juga nyampe Kang, nanti saya stop kalo udah di depan rumah Neng". Saya tidak tahu kelanjutan nya apa, karena ingatan saya samar samar. Saat sampai di depan rumahnya, si Bapak mengatakan "Wah Neng, rumahnya bagus ya, gede banget", lalu, si wanita tertawa kecil sambil memberikan uangnya. Si Bapak terkejut, karena bukan uang kecil yang diberikan nya, jika tidak salah, uang yang diberikan pada saat itu adalah 100 Ribu, Anda pasti tahu kan? Harga uang dahulu seperti apa? 100 Ribu sudah tergolong uang besar pada dahulu. Sambil berjalan kedalam rumahnya, dan si Bapak kegirangan mendapatkan uangnya. Tetapi... SAAT SI BAPAK MELIHAT KE RUMAH WANITA YANG TADI........ TERNYATA..... SEBUAH PEMAKAMAN DAN YANG TERPAMPANG DI DEPAN NYA... SEMUANYA... HANYA KUBURAN... DAN... SAAT SI BAPAK MELIHAT KEMBALI KE UANG YANG DIPEGANGNYA, TERNYATA... SEMUANYA HANYALAH DAUN KERING... DAN SAAT ITU... TERDENGAR SUARA TERTAWA... SUARA TAWAAN ITU, BERASAL DARI PEMAKAMAN TADI... DI SATU KUBURAN, TEPATNYA, DI ATAS BATU NISAN ADA... SEORANG WANITA... SAMBIL TERTAWA... DAN TERNYATA... YANG SI BAPAK ANTAR ITU... ADALAH... KUNTILANAK
Blog Ping Tool

0 comments:

Post a Comment

 
HyperSmash