Kisah Masa Kecil Yang Tidak Terlupakan

Oke, kali ini saya akan menceritakan kisah nyata lagi. Kejadian ini sudah lama, saat kelas 5 SD. Pada saat itu, saya sedang menginap di saudara saya, jika kalian suka membaca post blog ini, pasti akan mengetahui siapa saudara saya :D. Haha. Saudara saya berinisial I. Waktu itu, kami bertiga dengan teman saya satu orang lagi, berinisial H. Sedang bermain di tempat saudara saya. Memang, saat itu kami masih tergolong "Bocah". Tetapi kami "Tidak pernah melupakan kejadian itu". Karena memang, bagi saya dan H kejadian itu sangat menakutkan. Bahkan masih ingat saya kejadian detail nya saat itu. Baiklah.
Saat itu saya masih disekolah, saat kelas 5 SD, karena sudah menjadi agenda kegiatan kami. Setiap hari Sabtu malam Minggu, Saya, dan teman saya, H, selalu menginap di tempat I, dan selalu bertiga (R tidak ikut serta kali ini). Sesaat saya pulang sekolah jam 12. Saya mempunyai kebiasaan makan sesampai dirumah dan tidur. setelah saya makan, dan tidur, saya melihat ke arah jam dinding. Waktu itu menujukan jam 3 Sore, saya bergegas mandi dan mengganti baju ke pakaian bermain. Saya selalu diminta oleh I untuk menginap dirumahnya, karena biasanya, pada saat malam Minggu, orang tua I jarang berada dirumah, karena sering ada keperluan, seperti dinas malam, atau pergi keluar kota karena pekerjaan mereka.
Setelah semua selesai. Saya meminta izin ibu saya untuk berangkat, Ibu saya pun tidak keberatan, dan malah mengizinkan untuk pergi. Karena saya adalah orang sederhana, sedangkan I adalah orang yang "Serba ada". Saya menggunakan sepeda untuk berangkat kerumahnya. Meskpiun agak jauh, tetapi sudah terbiasa bagi saya. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai kesana. Saat saya akan sampai disana, H sudah menunggu di depan rumahnya, karena dia tidak terbiasa jika masuk sendirian ke rumahnya. Dan saat saya sampai di depan rumahnya, saya mengajak H untuk memasuki rumahnya. Saat masuk, I sudah menunggu dan ingin bermain Playstati** 2 di kamarnya, wajar saja, kami adalah teman game, I untuk permainan Action, H untuk permainan Race, dan Saya untuk permainan Strategi. Saat itu, letak kamar I berada di lantai atas, tetapi, I mempunyai dua kamar, pertama kamar yang berada di lantai bawah, sedangkan yang kami gunakan kali ini, adalah kamar atas. Kami selalu bermain game setiap saat, dari sepulang sekolah, hingga larut malam pun jadi. Saat sore, aku keluar untuk mencari cemilan, kami semua patungan untuk mencari makanan, dan, saat itu, kami mengadakan gunting kertas batu untuk mengundi siapa yang akan keluar untuk mencari makanan. Dan hasilnya, saya kalah. Saya keluar dan mencari makanan, jika tidak salah, saat itu uang yang saya pegang adalah 5 ribu rupiah. Saya membeli makanan dan segera kembali ke rumah I. Setelah sampai, kami segera menghabiskan cemilan yang saya bawa pada saat itu, karena kami kelaparan, dan tidak ada makanan.
Saat menjelang Adzan Maghrib, kami berhenti sejenak, dan melaksanakan shalat. Setelah itu kami melanjutkan Acara malam Gaming kami. Waktu itu, dikamar atas I, tidak memakai lampu, dan terasa sangat gelap, memang, jika saya, sudah tidak aneh dan malah saya merasa nyaman jika gelap. Tetapi... Yang lain. Selanjutnya, jam 9 malam, ketika itu, I sudah merasa mengantuk, dia mengibarkan bendera putih dan keluar dari medan pertempuran Gaming kami. Saat itu, I merasa mengantuk dan tidur di kamar bawah. Saat itu, saya dan H, masih semangat bermain Playstati** 2, kami masih ingat sedang bermain apa, saat itu, kami masih bermain Game Racing Downhi**, dan... H menepuk pundaku. Dan aku melihat...

SEORANG WANITA MELAYANG. BUKAN BERJALAN, RAMBUTNYA TERURAI KEBAWAH. MEMAKAI BAJU PUTIH. MUKANYA RUSAK DAN MELAYANG PELAN PELAN DI DEKAT JENDELA. Spontan aku dan H berlari, saya mencabut adapter Playstati**, dan berlari kebawah, saya tidak peduli jika TV masih menyala, karena ketakutan, saya berlari ke kamar bawah dan mulai menutupi diri dengan selimut dengan H. Karena saking ketakutan nya, H mencoba tidur lebih awal, dan ternyata benar, dia tertidur lebih awal daripada saya, saya masih merinding. Kebetulan saat itu, lampu kamar di bawah dimatikan.

SAAT SAYA MELEPAS SELIMUT YANG DIKENAKAN. TERLIHAT BAYANGAN HITAM BESAR DAN TERTAWA BESAR. DAN SAAT ITU JUGA. SAYA MULAI PERCAYA BAHWA MAHLUK GHAIB ITU ADA.
Blog Ping Tool

0 comments:

Post a Comment

 
HyperSmash