Akhir akhir ini, entah kenapa, aku selalu sulit untuk tidur lelap, kadang kala, ketika aku sedang tidur, aku tiba tiba terbangun entah kenapa. Setiap hari, selalu dan selalu terulang, tiap malam aku kadang melamun, memikirkan banyak hal yang tidak aku mengerti.
Dari mulai, sekolahku, masa depanku, keluargaku, dan lain lain. Aku hanya seorang gadis biasa yang mencoba menjalani hari harinya dengan normal dan biasa. Tidak kusangka, sekarang sudah 1 jam lebih dari bangunku tadi, aku terbangun dari tidurku pada jam tepat pada jam 12 malam, dan sekarang sudah jam 1 lebih. Lebih baik aku tidur kembali untuk sekolah besok, aku butuh energi dan stamina yang cukup untuk memenuhi dan menjalani kegiatan esok hari. Aku coba untuk menutup mataku, perlahan lahan, dan... Tertidur. secara tidak sadar, aku bermimpi suatu hal yang aneh. Aku berada di kamarku, sedang tertidur, dan serasa ada orang yang menemaniku saat tidur, satu orang nenek nenek, satu orang anak kecil, dan satu lagi laki laki yang sangat tampan dan keren. Entah kenapa, kejadian itu terasa sangat nyata, si lelaki mendekatkan mukanya kedepan mukaku, aku terasa malu, aku berdetak kencang dan gugup. DAN AKU TERBANGUN, ah sialnya, padahal aku akan mendapatkan ciuman dari lelaki tampan seperti dia, tetapi, yasudahlah, lagian, ini kan hanya mimpi, dan lagipula, jarang ada lelaki yang mau bermain dan bergaul denganku, pacar saja tidak punya. Aku bangun dan beranjak dari tempat tidurku. segera menuju WC, dan mandi, saat didalam WC, aku berpikir, apakah aku akan mendapatkan pacar seganteng itu? Apa nanti aku akan sukses di masa depan? Banyak pertanyaan yang menganggu pikirkan ku, ditambah lagi, aku adalah anak SMA kelas 12 yang akan menghadapi ujian nasional, banyak sekali yang aku pikirkan.
Aku berangkat kesekolah dengan menaiki angkutan umum, meskipun sangat banyak kerumunan orang yang berada dijalanan, aku sudah terbiasa dengan pemandangan di kota ini, yah, mau bagaimana lagi? ini sudah menjadi suatu hal yang selalu melekat pada kota ini dan tidak bisa dihilangkan dengan mudah. Sesampai disekolah, aku hanya melakukan apa yang biasa pelajar lakukan, tapi memang, gaya diriku di sekolah tidak seperti gadis yang lain, mereka aktif, energik, cantik, dan sangat memikat lelaki sehingga menarik perhatian laki laki. Sebenarnya... Aku juga ingin memiliki teman, tetapi, mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa. Aku tidak menarik, tidak energik, aku tidak aktif, dan aku... Tidak cantik. Sudahlah, aku dari kecil sudah terbiasa menjalani kehidupan sepi seperti ini, sudah dari kecil aku tidak memiliki seorang teman. Seusai sekolah, aku pulang memutar dari jalan biasanya. Aku melihat sebuah pohon besar, sepertinya... Aku pernah melihat jalan ini, dan anehnya, seperti hafal jalan ini. Dan anehnya lagi, sepertinya, aku sering melewati jalan ini, tapi... Kapan? Aku mencoba mengingat ingat tapi tidak bisa, akupun membiarkan masalah ini, dan melanjutkan berjalan, sekitar 5 menit kemudian, aku sampai ke pangkalan angkutan umum yang biasa aku gunakan. Sesampainya dirumah, aku beristirahat, ibu dan ayahku sedang bekerja, jadi aku dirumah hingga malam hari sendirian, maklum, kami dari keluarga yang tidak begitu megah dan mewah, kami hanya keluarga sederhana. Malam haripun tiba, saat itu aku sedang menonton TV, saking membosankan nya acara TV jaman sekarang, aku sampai sampai melamun. Saat melamun, tiba tiba aku teringat akan jalan yang aku lewai saat pulang tadi. Kenapa? Kenapa? Ingatanku samar samar. Lalu aku tersadar, dan lalu kembali ke kamar, karena kamarku melewati dapur, aku menengok sedikit ke arah dapur... AKU MELIHAT SEORANG LAKI LAKI DENGAN DARAH YANG MENGUCUR DI PERUTNYA, DAN USUS NYA KELUAR DARI PERUTNYA. Secara spontan aku berteriak dan berlari ke kamar, aku menutup pintu kamarku, dan menangis ketakutan, baru pertama kalinya aku melihat seperti itu, tidak lama kemudian, ada suara ketukan di jendela kamarku, aku bergetar, aku takut, aku tidak ingin melihatnya, tetapi... Aku penasaran, apa itu? Aku menengok sedikit ke jendela, dan ternyata... SEORANG NENEK NENEK DENGAN WAJAH PENUH DARAH, MATA YANG MENGANTUNG, DAN RAMBUT TERURAI KEBAWAH MENGGUNAKAN KEBAYA. Aku berteriak sekeras mungkin dan menutupi diriku dengan selimut. Kenapa? Kenapa aku melihat hal hal yang menyeramkan ini, ini terlalu menakutkan bagiku, aku harus lari dari sini, lalu aku memutuskan untuk pergi keluar rumah, aku mentekadkan diriku, dan mulai berlari. Saat aku membuka pintu, SI... NENEK... BERADA.... DI..... HADAPANKU.......
Aku sangat terkejut, tetapi aku hiraukan, dan berlari, meskipun aku ketakutan setengah mati, aku berlari dan berlari, dan saat aku mengadapi pintu keluar, LELAKI ITU SUDAH BERADA DI SISI KANANKU SAMBIL MEMEGANG PUNDAK KU, DARAHNYA... DARAHNYA YANG MENGALIR DAN USUS NYA YANG BERGELANTUNGAN KEMANA MANA MEMBUATKU INGIN MUNTAH. Aku tidak bisa keluar, aku hanya bisa berlari kearah lain karena bau busuk dari lelaki itu, aku pergi berlari menuju pintu belakang dari rumahku, aku pergi keluar berlari, sampai aku berada di depan rumah tetangga, aku melihat rumahku, dan ternyata, tidak ada apa apa, nenek nenek, lelaki, atau darah, aku sedikit tenang, aku membalikan badan untuk pergi ke tempat yang ramai. SI NENEK DAN LELAKI ITU MUNCUL TIBA TIBA DIHADAPANKU, AKU TERKEJUT, AKU MEMBANTINGKAN ARAH TUBUHKU MENUJU RUMAHKU, DAN DI DINDING RUMAHKU... TERTULIS DENGAN DARAH.... "JANGAN LUPAKAN JANJI KITA DAHULU DI TEMPAT TERAKHIR KITA BERJALAN" aku tidak bisa kembali kerumah, dan aku berlari ke arah lain, aku kira aku sudah selamat, tetapi TIDAK!, aku tidak tahu arah mana yang harus aku ambil, aku berlari tanpa arah, dan tiba tiba, tanpa aku sadari, ternyata aku kembali ke jalan yang aku tempuh saat aku pulang tadi. Disini menakutkan, tidak ada lampu, sangat gelap. Aku tidak peruli, yang penting aku tidak melihat hal itu lagi! Aku lelah, aku tidak bisa berlari lagi, aku beristirahat di pohon besar yang aku lihat pada saat pulang lalu, aku memjamkan mataku, berpikir, pernahkah aku pergi melewati jalan ini? Aku yakin aku pernah melewati jalan ini sebelumnya, tapi... Kapan? Saat aku membuka mataku, SI LELAKI DAN SI NENEK MEMANDANGKU SANGAT TAJAM DENGAN MATANYA YANG MENGGELANTUNG. AKU TIDAK BISA BERGERAK LAGI, AKU SUDAH KELELAHAN, AKU HANYA BISA TERDIAM, MENANGIS DAN KETAKUTAN. LALU... TANGAN PENUH DARAH MILIK SI LELAKI ITU... PERLAHAN... MEMGANG KEPALAKU... DAN BERKATA "TERNYATA, KAMU MASIH INGET JANJI YANG KITA BUAT WAKTU KECIL DULU, AKU SAMA SI MBOK BELUM LUPA KOK. AKU JUGA INGET JANI KITA, MAMA SAMA PAPA KAMU DULU UDAH NGERESTUIN KITA, KAMU SUKA, AKU SUKA, TETAPI... SAYANGNYA, KITA UDAH GAK MUNGKIN BERSAMA LAGI, KAMU PASTI INGET KAN? KEJADIAN YANG NIMPA AKU DULU SAMA SI MBOK? AKU YAKIN KAMU PASTI INGET KOK, AKU YAKIN, AKU NGELAKUIN INI, KARENA AKU MAU NGASI TAU KAMU SESUATU, AKU MAU KAMU JANGAN JADI ORANG YANG KAYAK GINI LAGI, JANGAN JADI ORANG YANG GAK PUNYA TEMEN, JANGAN JADI ORANG YANG CUMA SUKA DIEM, AKU DARI DULU JUGA MERHATIIN KAMU KOK. JANJI YA?, SEKARANG, UDAH WAKTUNYA AKU SAMA SI MBOK MAU PULANG LAGI. SELAMAT TINGGAL... SAYANG".
Ternyata, aku... Baru ingat, dia.... Adalah, tunanganku saat dahulu, aku memang menyukai dia, keluarga kami pun sudah saling mengenal dari pekerjaan ayahku. Aku, teringat kembali akan masa kecil itu, ternyata... Dia adalah lelaki tampan dan keren yang berada di mimpiku semalam, dan nenek itu adalah pembantunya. Lalu... Janji kami adalah... Untuk jangan melupakan satu sama lain, bertemu di pohon ini, dan menjadi orang yang lebih baik di masa depan, saat itu, dia akan pergi keluar negeri karena keluarganya. Tetapi... Kejadian tak terduga itu datang ketika kami membuat janji di jalan ini, di pohon ini, aku, lelaki itu, dan si nenek itu. Seorang laki laki yang sedang sangat mabuk.... Membunuh tunanganku dan si mbok, dia menghalangiku agar tidak terkena hantaman dan pisau yang perampok itu bawa, dan alhasil, tunanganku dan si mbok menjadi korban, sepertinya aku lupa karena shock yang mendalam, seperti amnesia, aku tidak ingat apapun tentang hal itu, sama sekali tidak ingat. Setelah lama kemudian, tetap tidak ada yang memberitahuku tentang kejadian yang telah terjadi itu. Sekarang, aku menangis karena kejadian itu teringat kembali, aku harap, saat itu aku yang dibunuh, aku sangat tertekan, aku merengek rengek di jalan ini, di pohon ini, di tempat kami berjanji ini, aku baru sadar bahwa aku sudah kehilangan orang yang sangat aku sayangi. Tetapi... Aku berjanji, aku akan menjadi apa yang telah kita janjikan pada masa lalu, dan mencoba bertahan untuk hidup di dunia yang kejam ini.
Blog Ping Tool
0 comments: